Sabtu, 20 Oktober 2012

FEODALISME MODERN




              Ketika revolusi Francis berkobar  ( Th 1789 ) dan konstitusi Amerika dikumandangkan Kita mengenal istilah  Liberti (kebebasan),Egalit (persamaan hak), dan Fraternit(persaudaraan). Disitulah katanya awal mula kesetaraan hak manusia di kobarkan,menentang hegemoni kejayaan Monarkhidan feodalismepada masa itu yang di dominasi oleh kerajaan Inggris. Padahal harus diakui jikalau jauh sebelum itu ISLAM sudah mengajarkan “ bahwa manusia disisi ALLAH adalah samaderajatnya, yang membedakan hanya nilai ibadahnya.
           INDONESIA mengenal arti kebebasa sejak dikumandangkanya prklamasi kemerdekaan oleh Ir.SOEKERNO dan Moh.HATTA. Th 1945. Sehingga sampai pada saat ini usia bangsa Kita sudah 67 tahun. Terbebas dari penjajahan serta Feodalisme bangsa asing.
Usia yang sudah cukup dewasa untuk menunjukan jati diri bangsa yang merdeka.
           Apalah mau dikata , entah apa yang salah di negeri ini. Ada baiknya kita cermati lebih dalam hal-hal yang munkin tidak disadari telah menggiring kita menuju era Feodalisme modern. Atau malah memengmental generasi muda Kita sudah anjlok kembali 67tahun kebelakang. Sikap diskriminatif, priyayi,darah biru tuan dan nyonya. Kini sudah mulai mersuki bangsa ini. Mari.!!! Sama-sama Kita cermati :
Sebagai bahan renungan;
Coba saya ungkapkan beberapa phenomena unik yang menjadi tren negatif era modern saat ini.

            Ada senyuman getir yang menyeruak ketika meletus peristiwa reformasi diikuti rentetan panjang berbagai tindakan anarkis, huru hara serta demonstrasi yang terus bergejolak di negri ini,tanpa sadar jati diri bangsa timur yang dikenal menjunjung tinggi adab sopan santun budi luhur yang harusnya menjadi identitas masyarakat di bimi Nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Betapa nilai tinggi cita – cita reformasi telah dikotori oleh nafsu serakah manusia tak bermoral dan berwatak laknat penjajah.
            Peran pendidikan yang seharusnya menjadi titik tumpu pembinaan akhlak genersi muda harapan bangsa malah dikotri dengan peristiwa unjuk rasa besar besaran para guru yang mengajukan berbagai tuntutan isi perut mereka. Betapa bangga mereka atas jasa-jasanya mencetak para koruptor handal negeri ini. Alangkah baiknya jika kita sebut saja gelar mereka sebagai PAHLAWAN HAUS TANDA JSA.
             Sulit memeng untuk tetap bertahan hidup dijaman sekaran ini. Tak heran jika setiap tahun pembukaan penerimaan calon pegawai negeri sipil ( C P N S ) penuh sesak dijejali oleh para peminat propesi paling nikmat serta menggiurkan ( Pegawai Negeri Sipil ). Betapa tidak dengan jaminan gajih tetap berbagai fasilitas tunjangan serta jaminan masa tua / pensiun. Hati siapa yang tak tergiur
              Mudah mudahan apa yang saya sebutkan tadi menjadi bahan renungan serta memecu semangat untuk tetap berjuang demi kemajuan bangsa dan Negara Kita tercinta ini. Ingatlah perjuangan getir UMAR BAKRI. Junjunglah semboyan BUNG KARNO “ Janganlah bertanya apa yang telah diterima dari Negeri ini Tapi bertanyalah apa yang telah ku berikan untuk Negeri ini”.
Sepuluh atau dua puluh tahun kedepan masihkah akan muncul sosok tangguh semacam ABURIJAL BAKRI . LIEM SOE LIONG, WILIAM SOERYADJAYA yang mampu meciptakan lapangan kerja bagi berjuta juta rakyat Indonesia. Rasanya satu hal yang mustahil bila kita menilik mental anak negeri ini. Alhasil Kita tetap terjebak dalam era FEODALISME modern.
               Mudah mudahan itu hanya kekhawatiran Saya saja.
Wassalaam.

Tidak ada komentar: