Ketika revolusi Francis berkobar
( Th 1789 ) dan konstitusi Amerika dikumandangkan Kita mengenal
istilah Liberti (kebebasan),Egalit
(persamaan hak), dan Fraternit(persaudaraan). Disitulah katanya awal mula
kesetaraan hak manusia di kobarkan,menentang hegemoni kejayaan Monarkhidan
feodalismepada masa itu yang di dominasi oleh kerajaan Inggris. Padahal harus
diakui jikalau jauh sebelum itu ISLAM sudah mengajarkan “ bahwa manusia disisi
ALLAH adalah samaderajatnya, yang membedakan hanya nilai ibadahnya.
INDONESIA mengenal arti kebebasa sejak dikumandangkanya prklamasi
kemerdekaan oleh Ir.SOEKERNO dan Moh.HATTA. Th 1945. Sehingga sampai pada saat
ini usia bangsa Kita sudah 67 tahun. Terbebas dari penjajahan serta Feodalisme
bangsa asing.
Usia yang sudah cukup dewasa untuk
menunjukan jati diri bangsa yang merdeka.
Apalah mau dikata , entah apa yang salah di negeri ini. Ada baiknya kita
cermati lebih dalam hal-hal yang munkin tidak disadari telah menggiring kita
menuju era Feodalisme modern. Atau malah memengmental generasi muda Kita sudah
anjlok kembali 67tahun kebelakang. Sikap diskriminatif, priyayi,darah biru tuan
dan nyonya. Kini sudah mulai mersuki bangsa ini. Mari.!!! Sama-sama Kita
cermati :
Sebagai bahan renungan;
Coba saya ungkapkan beberapa phenomena unik
yang menjadi tren negatif era modern saat ini.
Ada senyuman getir yang menyeruak ketika meletus peristiwa reformasi diikuti
rentetan panjang berbagai tindakan anarkis, huru hara serta demonstrasi yang
terus bergejolak di negri ini,tanpa sadar jati diri bangsa timur yang dikenal
menjunjung tinggi adab sopan santun budi luhur yang harusnya menjadi identitas masyarakat
di bimi Nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Betapa nilai
tinggi cita – cita reformasi telah dikotori oleh nafsu serakah manusia tak
bermoral dan berwatak laknat penjajah.
Peran pendidikan yang seharusnya menjadi titik tumpu pembinaan akhlak
genersi muda harapan bangsa malah dikotri dengan peristiwa unjuk rasa besar
besaran para guru yang mengajukan berbagai tuntutan isi perut mereka. Betapa
bangga mereka atas jasa-jasanya mencetak para koruptor handal negeri ini. Alangkah
baiknya jika kita sebut saja gelar mereka sebagai PAHLAWAN HAUS TANDA JSA.
Sulit memeng untuk tetap bertahan hidup dijaman sekaran ini. Tak heran
jika setiap tahun pembukaan penerimaan calon pegawai negeri sipil ( C P N S )
penuh sesak dijejali oleh para peminat propesi paling nikmat serta menggiurkan
( Pegawai Negeri Sipil ). Betapa tidak dengan jaminan gajih tetap berbagai
fasilitas tunjangan serta jaminan masa tua / pensiun. Hati siapa yang tak
tergiur
Mudah mudahan apa yang saya sebutkan
tadi menjadi bahan renungan serta memecu semangat untuk tetap berjuang demi
kemajuan bangsa dan Negara Kita tercinta ini. Ingatlah perjuangan getir UMAR
BAKRI. Junjunglah semboyan BUNG KARNO “ Janganlah bertanya apa yang telah
diterima dari Negeri ini Tapi bertanyalah apa yang telah ku berikan untuk
Negeri ini”.
Sepuluh atau dua puluh tahun kedepan
masihkah akan muncul sosok tangguh semacam ABURIJAL BAKRI . LIEM SOE LIONG,
WILIAM SOERYADJAYA yang mampu meciptakan lapangan kerja bagi berjuta juta
rakyat Indonesia. Rasanya satu hal yang mustahil bila kita menilik mental anak
negeri ini. Alhasil Kita tetap terjebak dalam era FEODALISME modern.
Mudah mudahan itu hanya
kekhawatiran Saya saja.
Wassalaam.