Sabtu, 20 Oktober 2012

DEMOKRASI USANG




    Pengertian demokrasi yang paling sederhana , adalah Kekuasaan dari rakyat oleh dan untuk rakyat. Kata bapak demokrasi  ARIS TOTELES. Saya tidak akan membahas lebih mendalam pengertian tersebut,karena iti tugasnya anak sekolah. Pada abad modern ini AMERIKA SRIKAT dijadikan kiblat demokrasi. Satu hal yang selama ini terjadi adalah,invasi besar besaran tentara paman sam terhadap Negara yang menentang system tata Negara selain demokrasi, dengan dalih pelanggaran HAM. Ada apakah gerangan dibalik itu semua ?. Diperlukan pengkajian yang lebih mendalam .
Sampailah kiranya pada tujuan tulisan saya ini. Yaitu pengkajian terhadap keberhasilan penerapan system ketatanegaraan yang selama ini kita anut. Ada baiknya bila kita cermati situasi dan kondisi social politik pada saat ini. Ditinjau dari segi ekonomi memang saat ini jauh berbeda dari masa beberapa tahun kebelakang . Dahulu spedah itu mewah, sekarang speda motor tiap rumah.
                           Dulu Sarana hiburan hanya radio sederhana, kini PONSEL hamper setiap orang punya
                           Dulu orang makan nasi sehari sekali sisanya tiwul,sekarang nasi malah dibuang percuma
                           Malah ada disuatu daerah nasi dipakai sarana tawuran.

Sungguh kemajuan jaman yang amat pesat. Namun rasanya masih ada yang kurang bila mendengar satu daerah ada yang ingin pisah dari NKRI. Atau malah yang paling menyakitkan, ketika Kita diinjak-injak oleh saudara serumpun kita MALAYSIA. Lantas dimana martabat bangsa Kita. Jangan salah kan mereka ,lebih baik koreksi diri kita sendiri. Apa yang salah ya  ?.
Ratusan ribu warga Negara kita mengais rizki diluar negri ( TKI ). Satu hal yang memilukan bila satu Negara tidak mampu menyediakan plapangan kerja bagi rakyat nya. Walaupun hanya sebatas jadi pembantu rumah tangga.
Berjubelnya para sarjana yang mendaptar CPNS. Satu contoh didaerah saya tinggal KABUPATEN KUNINGAN, setiap tahun tidak kurang dari 5000 orang mendaptar CPNS. Lalu dimana mental wira usaha mereka, Rupanya  Indonesia kini kembali kejaman PEODALISME, Darah Biru, Abdi Priyayi.
Kalau masalah korupsi gak usah di bahas lagi , Kita jawaranya.
                         Itukah yang dinamakan hasil  “repormasi”.Keagungan Demokrasi serta kebebasan HAM. Bila ditanya  salah siapa ?...
                         Pada intinya Demokrasi ala AMERIKA using di bumipertiwi kita ini.
                         Jangan ngoceh melulu , solusinya dong….?
1.       Menunggu
Artinya kita berharap lahir nya kembali sosok MAHA PATIH GAJAHMADA, yang mampu mempersatukan bumi nusantara. Atau yang lebih dikenal sebutan SATRIA PININGIT.

Mudah mudahan aja                                                                                                                    

2.       Kembali kejaman Orde Baru
Untuk tindakan gawat darurat diperlukan suatu maneuver politik. Carilah seorng figure pemimpin yang mampu bertindak semacam Pimpinan orde baru. Serang dictator keras dan tegas dalam mengambil tindakan.   Siapakah dia ? tunggu kemunculanya  Th 2014 . silahkan anda yang menentukan.
3.       Harapan ahir jaman
Maksudnya adalah menunggu perubahan politik global. Sebagaimana yang dijanjikan oleh ALLAH SWT bahwa akan muncul seorang pemimpin dunia yang akan membawa kedamaian dan memimpin umat islam menegakan syariat agama ALLAH menuju tatanan dunia yang “baldatun thoyibun warobbun ghofur”. Amiin yarobbal alamiin.

Tidak ada komentar: